MENDOAN ANGET – Ngobrol Ngapak

dianwicaksono

Dian Wicaksono – Jum’at (16/10) Mendoan anget sudah tersaji di Channel Youtube Dian Wicaksono. Kok “Mendoan Anget”? Mendoan Anget, Mendiskusikan Obrolan Pendidikan Anak Generasi TIK Bersama dengan SRB Jateng Ngapak yaitu Juni Tri Setiyono, Dian Wicaksono, Mutamimatul Ula dan Sri Hesti Wahyuningsih, serta tamu istimewa DRB yaitu Bapak Tukijo dan Ibu Asih Prihatin. Kami semua berbincang secara asyik dengan menggunakan bahasa “ngapak” yang merupakan bahasa khas daerah kami (Banyumas, Tegal, Brebes, dan Cilacap).

Mendoan adalah makanan khas dari daerah Banyumas dan sekitarnya yang terbuat dari bahan dasar tempe yang sengaja dibuat tipis dan lebar, kemudian diberi adonan tepung yang sudah dibumbui dan digoreng secara cepat tidak sampai kering (mendo).

Pelaksanaan pembatik sebelum tahun 2020 belum seketat saat ini. Sistem pembelajarannya offline dan pesertanya juga relatif sedikit. Pelatihan PembaTIK memberikan kesan pada setiap peserta dari awal diselenggarakan tahun 2017. Pada kesempatan ini, DRB Jateng 2017, DRB Jaterng 2019, dan beberapa Sahabat Rumah Belajar dengan ciri khas Ngapak mencoba mengobrol ringan layaknya menikmati mendoan anget di sore hari.

obrolan Mendoan Anget

Obrolan dimulai dari cerita DRB Jateng tahun 2017. Pengalaman pelatihan PembaTIK yang menjadikannya DRB terasa semakin berkesan ketika berkesempatan membagikan pengalamannya pada segenap rekan guru. Pak Tukijo namanya, Beliau mengikuti diklat offline dalam pembelajaran berbasis TIK. Peserta PembaTIK pada tahun itu relatif sedikit karena program ini belum begitu hits pada waktu itu. Beliau yang sudah ditunjuk sebagai DRB waktu itu harus berbagi dengan guru-guru se Indonesia terkait Rumah Belajar.

Apa yang dialami oleh DRB Jateng tahun 2019 hampir tidak jauh berbeda dengan Pak Tukijo. Ibu Asih sebagai DRB Jateng 2019 awalnya mendapatkan SMS dari Rumah Belajar yang berisi undangan mengikuti pelatihan PembaTIK. Beliau merasa tertantang dan penasaran mengenai pelatihan secara daring, setelah mengikuti tahapan-tahapan kegiatan dari awal sampai akhir. Beliau mengikuti setiap programnya hingga beliau terpilih ditetapkan sebagai DRB Jateng tahun 2019 bersama dengan Bapak Kelik Yan, yang saat itu Jawa Tengah memiliki 2 orang DRB.

Tahun 2020 merupakan tahun lonjakan jumlah peserta seleksi pelatihan PembaTIK. Peningkatannya mencapai 1000% dan mencapai 70.000 lebih pendaftar. Proses seleksi juga sangat ketat mulai dari pengetahuan/ literasi digital/ TIK hingga membuat produk kreasi TIK yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Dengan adanya seleksi pasti akan menambah pengetahuan dan pengalaman yang berlipat-lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Sahabat Rumah Belajar tahun 2020 diharapkan dapat berbagi sebanyak-banyaknya pengalaman dan pengetahuan kepada seluruh rekan guru di Indonesia sehingga mereka terpacu untuk menjadi pendidik yang produktif dan kreatif. Tentu saja kegiatan ini bermuara pada tujuan memajukan pendidikan di Indonesia. Rumah Belajar, rumah untuk guru dan peserta didik.

Jangan lupa untuk lebih jelasnya langsung saja kunjungi Portal Rumah Belajar.

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Mari berbagi ilmu, mari berbagi manfaat.

Tinggalkan komentar